" Cinta seperti bunga mawar yang indah nan rupawan tetapi juga berduri, barang siapa yang tertusuk durinya maka tak ada satu obat atau seorang tabib pun yang mampu "mengobatinya" sehingga luka itu sembuh dengan sendirinya jika waktunya tiba "  —  Syaikh Nazimi - Layla Majnun
 

Things are going to change

more...

Benar bahwa roda kehidupan itu berputar.

Suatu saat, kita berada di posisi bagian atas roda, misalnya dianalogikan dengan bergelimangnya harta kita, memiliki kekuasaan, bekerja di suatu perusahaan dengan gaji yang besar yang nggak semua orang bisa dapatkan, atau bahkan misalnya kita memiliki pasangan yang cantik/tampan, dan berbagai kesenangan lainnya.

Suatu saat kita pasti akan berada di bawah. Harta yang kita miliki suatu saat bisa hilang dari tangan kita, tidak memiliki suatu pekerjaan, atau kita berpisah dengan pasangan kita, yang dapat membuat kita merasa kehilangan segalanya, dan berbagai kesusahan-kesusahan lainnya.

Tidak mungkin pada roda kehidupan itu posisi kita selalu berada di atas, atau sebaliknya posisi kita selalu berada di bawah, karena waktu terus berjalan, 24 jam sehari 7 hari seminggu, dan itu berlaku adil untuk semua makhluk yang hidup di muka bumi ini.

Namun yang menjadi perbedaan adalah kapan kita berada di atas, dan kapan pula kita berada di bawah, tak ada yang tahu kapan pastinya. Kecepatan berputarnya roda kehidupan bagi setiap orang ‘tidak akan terasa sama’. Misalnya kita bersenang-senang di suatu tempat hiburan selama berjam-jam tidak akan terasa melelahkan dan waktu akan serasa berjalan dengan cepat sekali, namun akan lain ceritanya jika kita sedang bersedih, mencoba bertahan hidup, dengan kondisi yang seadanya, dengan kondisi yang apa adanya.

Tapi itulah roda kehidupan, suatu saat kita berada di atas, suatu saat kita berada di bawah. Jika kita tidak pernah menyadari akan hal ini, kita akan selalu merasa posisi kita selalu ada diatas, atau selalu ada di bawah. Kita tidak akan pernah belajar, kita tidak akan pernah bisa memahami/mengerti orang lain, kita tidak akan bisa bersikap dan memiliki pola pikir dewasa.

Jika kita merasa bahwa posisi kita selalu ada di atas, tanpa menyadari bahwa kita suatu saat akan berada di bawah, itu akan membuat kita menjadi sombong, merasa diri kita jauh lebih baik dari orang lain, merasa diri kita adalah orang yang paling segala-galanya, takabur…

Jika kita merasa bahwa posisi kita selalu ada di bawah, kita tidak akan mau berusaha, tidak akan berpikir maju, tidak akan berpikir untuk membuat diri kita menjadi lebih baik, dan itu menjadikan kita malas untuk melakukan suatu perubahan bagi hidup kita.

Oleh karena itu, jika saat ini kita merasa bahwa kita sedang berada di atas, janganlah lupa bahwa suatu saat, kesenangan, kebahagiaan, atau sesuatu yang kita miliki dapat hilang dari tangan kita, jadi janganlah kita sombong, angkuh, terhadap orang lain, bantulah orang yang sedang berada di bawah, agar ia dapat bangkit dari kesusahannya, sehingga jika suatu saat kita berada di bawah, kita akan cepat untuk bangkit kembali, walaupun cepat atau lambatnya putaran roda kehidupan itu adalah hal yang relatif bagi tiap individu.

Jika saat ini kita merasa bahwa kita berada di bawah, ingatlah bahwa kita saat ini sedang diuji, kita sedang diperingatkan, kita sedang dicoba, apakah kita dapat bertahan dengan segala kesulitan yang dihadapi, jangan putus asa, jangan lelah untuk mencoba, teruslah berusaha, janganlah menunggu–mengharap bantuan dari orang lain yang belum tentu akan kita dapatkan. Kita tidak akan menemukan jalan untuk kembali ke atas jika kita tidak mau berusaha atau mencoba. Karena disinilah kita belajar, belajar tentang ilmu kehidupan dan pendewasaan diri yang belum tentu kita dapatkan di bangku sekolah.

0
Share up your minds and leave a comment
No one has commented yet. Be the first to comment!
Comment Form
XHTML Expert!
You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

* = required fields